Mulai Proyek Sosial melalui Forum Pelajar Indonesia

Pendahuluan

Forum Pelajar Indonesia (Selanjutnya FOR) memulai titik awal pada tahun 2008 lalu dengan harapan adanya perubahan besar terhadap pelajar Indonesia. Kegiatan ini pun merupakan cerminan dari komitmen Indonesia Student and Youth Forum (ISYF) sebagai organisasi nirlaba di bidang pemberdayaan pemuda Indonesia. Forum ini mengampu representasi (keterwakilan) dari setiap daerah untuk menjadi peserta forum yang kemudian akan ditemukan dengan beberapa aspek terkait yaitu pemerintah dan swasta. Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi delegasi daerah untuk dapat menyuarakan isu-isu yang berkembang, khususnya pada daerahnya masing-masing secara langsung kepada pemerintah dan swasta. Oleh karenanya, kegiatan forum ini menjadi kesempatan yang sangat besar bagi pelajar Indonesia untuk terjun langsung melihat kondisi sosial di daerah serta menguji kepekaan sosial mereka.

Sudah 1 dekade kegiatan ini diadakan sebagai kebutuhan pelajar melaksanakan langsung ide-ide mereka terkait menanggapi isu yang berkembang secara nasional dan terlihat di lingkup daerah peserta. Tahun ini (2019), ISYF kembali mengadakan Forum Pelajar Indonesia 11 dengan beberapa perkembangan di aspek konsep hingga pelaksanaan. Pada tataran konsep, bahwa komitmen ISYF terhadap pemberdayaan pemuda dan pelajar di Indonesia akan lebih ditekankan pada bentuk nyata, yaitu memiliki keterwakilan di daerah yang kemudian disebut sebagai ISYF Chapter Daerah. Maka melalui peluang ini, beberapa di bawah ini akan menjelaskan bagaimana peserta dapat memanfaatkan momentum FOR 11.

1. Pandang Masalah yang ada di daerahmu!

Tentu dalam membuat social project, perlu diperhatikan bahwa hal termudah yang dapat kita temukan adalah di tempat di mana kita telah kenal betul permasalahan yang terjadi. Maka dari itu, memandang masalah dari aspek terkecil, yaitu melalui masalah yang ada di daerah masing-masing. Kita bisa melihat dari sosok pemuda sukses dengan Start-upnya, Go-JEK Indonesia, yaitu Nadiem Makarim. Ide Gojek bermula saat Nadiem bercengkrama dengan ojek langganannya yang ternyata 70% waktunya digunakan hanya untuk menunggu pelanggan, kemudian Nadiem mencoba menggunakan ojek-ojek lain untuk diwawancara dan hasilnya pun sama. Dari masalah kecil tersebut, Nadiem menawarkan solusi melalui teknologi untuk menjawab keluhan ojek-ojek tersebut, dan hasilnya dapat kita lihat sekarang.

Beberapa kekeliruan sering terjadi dalam membangun social project, di antaranya, cukup sering kita melihat permasalahan yang sangat umum dan besar, tentu sebanding saat akan memulai social project itu, karena prinsipnya semakin besar permasalahan makin besar pula usaha dan cost (dari segi keuangan, dan waktu) yang dibutuhkan. Maka tak jarang, banyak yang tidak selesai dan setengah jalan. Dengan mengecilkan cakupan social project, akan memberikan peluang sustainability perencanaan dan pengerjaan social project. Oleh karena itu, mulai social project dari daerahmu sendiri! Kenali lebih dalam permasalahan di daerahmu! Dan kata Nike: Just Do It!

2. Riset kecil-kecilan dan mulai mengkonsep secara tertulis

Ketika kita sudah melihat masalah dalam cakupan sangat kecil, yaitu di daerah. Perlu adanya riset kecil-kecilan, mengapa demikan? Sebab, terkadang permasalahan yang kita temukan hasil refleksi terhadap sesuatu yang sebenarnya sudah ada tapi kita tidak tahu bahwa solusi dari pada masalah tersebut sudah ada. Karenanya, kita perlu banyak riset untuk meyakinkan bahwa solusi kita adalah murni temuan sendiri sehingga nilai autentik atau orisinalitas social project kita tinggi. Ada beberapa konsep yang dapat digunakan saat membangun social project, mari kita simak di bawah ini:

Tiru, Pelajari, dan Kembangkan

Mungkin sudah tidak asing mendengar istilah tersebut, mengingat masalah yang ada di masyarakat bukanlah masalah baru, sudah banyak solusi yang bertebaran dalam menjawab permasalahan sosial. Namun, banyak juga solusi yang ada kadang sudah tidak relevan lagi pada masanya yang artinya, solusi tersebut tidak durable (terbatas oleh waktu). Solusi yang bagus adalah solusi yang durable. Namun, jangan khawatir! Dalam memulai social project, tidak perlu mengukur sangat dalam apakah permasalahan yang ada durable or not, pastinya selama kita menjalankan social project akan muncul banyak masalah sedikit demi sedikit dan mendewasakan solusi yang kita tawarkan. Maka ketika awal memulai, bisa kita gunakan metode Tiru, Pelajari, dan Kembangkan.

Tirulah social project yang sudah pernah ada dan relevan di daerahmu, kemudian pelajari dengan mengaitkan kebutuhan daerah, karena setiap daerah memiliki kebutuhan dan pandangan yang berbeda dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika kalian telah menemukan satu solusi yang relevan untuk daerahmu, itu akan menunjukkan orisinalitas social projectmu, kemudian kembangkan sedikit demi sedikit dan duplikasi metode temuan kita untuk di daerah yang lain. Namun perlu perhatian yang sangat penting: Tidak dibenarkan meniru tanpa adanya pengembangan yang signifikan pada social project kita, itu dapat dikatakan sebagai plagiarisme dan menyalahi hak cipta.

Tuangkan ke Kertas

Manusia memang tempatnya lupa dan khilaf, perlu digarisbawahi pada kata lupa. Banyak ide yang sudah berseliweran sana-sini namun hilang begitu saja, sebab kebanyakan dari kita malas menulis. Tulislah idemu, dan rangkai dengan baik dan benar, usahakan singkat, padat, dan jelas, sehingga membantu kita mengingat kebutuhan realisasi ide tersebut. Pelajari cara menulis proposal project di internet, sehingga akan meningkatkan kualitas struktur penulisan kita. Selain meningkatkan kualitas, kita akan lebih mudah menulis dan mempresentasikannya secara terstruktur, mulai dari latar belakang masalah hingga solusi yang ditawarkan.

3. Manfaatkan koneksi saat kegiatan FOR berlangsung

Forum Pelajar Indonesia, secara garis besar kita akan banyak bertemu dengan pemangku-pemangku kebijakan seperti kementerian-kementerian, ada juga pemangku modal, yaitu perusahaan-perusahaan. Ditambah lagi bahwa ISYF dan keanggotaanya memiliki kualitas yang baik dari segi pendidikan maupun pengalaman sosialnya. Koneksi tersebut yang ditawarkan oleh ISYF melalui FOR yang sering kali tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Artikel ini dibuat guna memberikan informasi bagi peserta bahwa Forum Pelajar Indonesia adalah wadah yang benar-benar dapat dimanfaatkan bukan sekedar mendapat banyak pengalaman dan teman, tetapi juga sumber informasi. Mulailah bertukar ide dan informasi antar peserta, khususnya peserta yang berasal dari daerah yang sama. Gali informasi melalui sesi tanya-jawab saat forum-forum di kementerian, perusahaan, maupun saat FGD. Hasil informasi yang didapat, segera rangkum dan catat dengan rapi kemudian kembangkan serta sesuaikan dengan konsep yang telah dibuat sebelumnya.

4. Tawarkan solusi saat presentasi

Pada sesi Focus Group Discussion pada Forum Pelajar Indonesia, di akhir, akan ada presentasi permasalahan serta solusi di depan teman-teman forum. Pada FOR 11 ini, presentasi akan dinilai kelayakannya dan diberikan komentar serta pertanyaan oleh beberapa juri mengenai konsep social project, maka disiapkan lebih matang. Ketika presentasi, jabarkan sedetail mungkin permasalahan yang terjadi di daerahmu, kemudian tawarkan solusi nyata, komprehensif, terukur. Perlu ada balancing dalam memberikan solusi, sebab jika solusi terlalu tinggi ekspektasinya akan menyulitkan dalam hal realisasi, bila terlalu rendah, akan mengurangi penilaian terhadap kualitas social project. Maka ukur sebaik mungkin, mulai dari apa yang harus disiapkan untuk melaksanakan social project; berapa modal yang dibutuhkan dalam realisasi; siapa yang dapat memberikan modal; bagaimana implementasi di lapangan; siapa yang dapat mendukung perencanaan; di mana titik mula realisasi proyeknya; kapan waktu yang tepat untuk memulainya; dan sebagainya, sehingga perhitungan-perhitungan seperti itu sangat baik dipresentasikan saat forum. Dampaknya, perencanaan social project teman-teman dinilai serius dan memungkinkan adanya pendonor atau pemodal yang sukarela memberikan modal, atau ditawarkan kerja sama strategis. Di Forum Pelajar Indonesia lah teman-teman akan mendapatkan itu semua, jika kalian memaksimalkan persiapan social project kalian dari awal mula diumumkannya peserta terpilih, biasanya akan diumumkan sesuai daerahnya masing-masing.

5. Buatlah proposal sosial proyekmu dan submit

Setelah konsepsi matang terhadap perencanaan social project, sangat disayangkan kalau tidak sesegera mungkin mencari donor atau modal. ISYF menyediakan kebutuhan tersebut, ditambah ISYF sedang membangun keterwakilan di daerah seperti yang disebutkan di atas. Maka delegasi tiap daerah dapat memberikan proposal social projectnya yang kemudian submit ke email resmi ISYF. Perlu diperhatikan bahwa ISYF akan menimbang segala bentuk proposal yang diajukan, hal ini karena ISYF merupakan organisasi kredibel sehingga proposal terbaiklah yang akan diproses.

Yang sangat mudah dalam merancang proposal social project, yaitu pastikan dulu bahwa social project mu memiliki struktur organisasi dan identitas yang jelas. Pertama, mulailah dari sekarang untuk menentukan identitas social project. Pada FOR 11, delegasi daerah menggunakan istilah ISYF Chapter, misalkan delegasi dari Kalimantan Barat, maka akan disebut sebagai ISYF Chapter Kalimantan Barat. Kedua, tentukan visi-misi, pembagian tugas dengan temanmu, serta buat timeline acuan pelaksanaan proyek. Ketika semuanya terlaksana, maka akan mudah membuat proposal, tinggal memaksimalkan dengan membaca dan mempelajari struktur proposal yang baik dan benar dari buku maupun online.

Kesimpulan

ISYF melalui program Forum Pelajar Indonesia sedang mencari calon peserta yang mampu mewujudkan ISYF Chapter di daerah, maka peserta diharap memaksimalkan persiapan Forum Pelajar Indonesia 11 sebagai pijakan dan sarana membuat social project dengan memerhatikan beberapa tahapan: 1) menemukan masalah yang mengakar di lingkungan terkecil seperti di daerah; 2) perkuat permasalahan dengan riset-riset kecil, melalui wawancara, studi pustaka (baca dari buku-buku atau artikel), dan sebagainya, gunakan konsep Tiru, Pelajari, dan Kembangkan, dan kedepankan orisinalitas ide; 3) Manfaat koneksi saat acara FOR berlangsung, dapat melalui komunikasi dua arah, melalui kedekatan dengan anggota ISYF, Instansi terkait, pemerintah, juga dapat melalui sesi tanya-jawab saat Forum berlangsung; 4) Presentasikan secara terstruktur, jabarkan secara rinci masalah yang diambil dan tawarkan solusi nyata, komprehensif, dan terukur; 5) Buatlah proposal dengan menentukan identitas social project terlebih dahulu, dan submit ke berbagai instansi, termasuk yang lebih mudah adalah ke ISYF sebagai keterwakilan ISYF di daerah.

“Ide besar berasal dari masalah-masalah kecil yang timbul di sekitar kita. Gunakan kreativitas, kemampuan, dan kerja keras mu untuk merealisasikan dalam bentuk nyata, komprehensif, dan terukur di daerah di mana kamu tinggal!”

This article is written by Muhammad Iqbaludin, ISYF Project Officer, to provide information regarding to the preparation of Indonesia Student Forum 11, 2019.

[ultimate_spacer height=”10″][ult_buttons btn_title=”Download Article” btn_link=”url:https%3A%2F%2Fdrive.google.com%2Fuc%3Fexport%3Ddownload%26id%3D1hECZFODcVcU3lMWHHTl7gaMrdWXsKXw8|||” btn_title_color=”#ffffff” btn_bg_color=”#e54e8f” btn_bg_color_hover=”#e5c2b5″ btn_title_color_hover=”#ffffff” icon=”none” icon_size=”12″ btn_icon_pos=”ubtn-sep-icon-at-right”]
Previous Post
PANCASILA HEBAT INDONESIA KUAT
Next Post
BOASH Jadi Tempat Pilot Project Program Balas Baik

No results found.
keyboard_arrow_up